Ada 237 Pensiunan Guru yang Jadi Korban Investasi Bodong, Dana yang Disetorkan Rp 34 Miliar

TEMPO.CO, Jakarta – Dana diperoleh dari pensiunan guru yang ikut serta dalam investasi bodong PT. Fadilah Insan Mandiri (FIM) mencapai Rp 34 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan kerugian yang dialami para pensiunan guru yang melapor ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan ke Polda Metro disebutkan 76 pensiunan guru menjadi korban investasi bodong. Kerugiannya mencapai Rp 14 miliar. Korban diiming-imingi keuntungan 4-5 persen per bulan sebagai kompensasi modal yang ditanam.

Koordinator Pensiun Guru Abdul Hamid mengatakan, jumlah korban tidak hanya sebatas 76 orang yang melapor ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, ada pensiunan guru lain yang menjadi korban namun belum melaporkannya.

“Di DKI ada 237 orang dengan total kerugian Rp34 miliar,” kata Abdul pada Sabtu, 25 November 2023.

Abdul mengatakan, pihaknya sudah terjerat investasi bodong yang ditawarkan PT FIM sejak tiga tahun lalu. “Sejauh ini kami belum mencapai hasil yang diinginkan,” katanya.

Menurut Abdul, Direktur Utama FIM Yaskur adalah orang yang paling berperan dalam penipuan tersebut. Pasalnya, jelas Abdul, Yaskur mengajak para pensiunan guru untuk menanamkan modal di FIM. “Jaskur sebagai sutradara juga seorang guru,” ujarnya.

Terkait kasus ini, Abdul mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyot segera mengusut kasus tersebut. “Kami mohon kepada Kapolda dan pejabat di negeri ini. Bantu kami para guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Silakan ke Yaskur. Kami ingin keadilan,” ujarnya.

Periklanan

Selain Yaskur, pensiunan guru tersebut juga melaporkan 2 pelaku lain dalam kasus investasi bodong yakni Mardiyani selaku komisaris PT. FIM dan Wiwin Winarti sebagai Manajer Operasional/Karyawan PT. FIM. “Mereka dalam satu perusahaan,” kata Mohammad Muchsin, kuasa hukum korban, di Polda Metro Jaya, Sabtu, 25 November 2023.

Baca Juga  Timnas Brasil Kalahkan Paraguay 4-1 di Copa America 2024, Dorival Sebut Vinicius Junior Bermain Hampir Sempurna

Dalam laporan yang bertepatan dengan Hari Guru ini, puluhan guru korban penipuan investasi itu membawa sejumlah dokumen untuk dijadikan barang bukti. Ini termasuk surat kontrak investasi dan dokumen pengalihan bagi hasil.

Namun ternyata bukti transfernya tidak asli alias palsu. Saat korban mengecek, uangnya tidak sampai, kata Muchsin.

Total kerugian yang dialami 76 pensiunan guru tersebut mencapai Rp14 miliar. “Jumlahnya pun bermacam-macam. Ada yang Rp98 juta, Rp100 juta, bahkan ada yang mencapai Rp500 juta,” ujarnya.

Pilihan Editor: 76 pensiunan guru menjadi korban dugaan penipuan investasi bodong, lapor Polda Metro Jaya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *