Anggota Paspampres dan CS yang dituduh membunuh Imam Masykur akan diperiksa pekan depan.

TEMPO.CO, Jakarta – Pengadilan Militer II-08, Cakung, Jakarta Timur telah menyelesaikan pemeriksaan seluruh saksi dan terdakwa dalam kasus penculikan, penganiayaan dan pembunuhan Imam Masykur oleh Paspampres dan anggota TNI pada 12 Agustus 2023.

Jaksa militer memutuskan membacakan dakwaan terhadap ketiga terdakwa pada Senin depan, 27 November 2023. Rencana itu pun dibenarkan majelis hakim dalam persidangan yang digelar Senin, 20 November 2023.

Ketiga terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana ini adalah anggota Paspampres Praka Riswandi Manik, anggota Direktorat Topografi TNI AD Praka Heri Sandi, dan anggota Kodam Iskandar Muda Praka Jasmowir. Tiga orang di antaranya juga akan hadir dalam sidang untuk membacakan tuntutan.

Komandan Kodam II-07 Jakarta Kolonel Kum Riswandono Hariyadi mengatakan, kemungkinan besar keluarga Imam Masykur di Aceh akan datang.

“Mungkin iya, nanti sama Pak Sudirman atau Haji Umma (anggota DPD DKI dari Aceh). Saya mau saksikan (tuntutannya),” kata Riswandono saat ditemui usai pemeriksaan akhir, Senin, 20 November 2023.

Ia juga mengatakan Hotman Paris telah mengumumkan akan menghadiri persidangan pekan depan untuk membacakan dakwaan. “Hotman datang juga. Baru dikonfirmasi ke saya,” ucapnya.

Pengadilan Militer II-08, Cakung, Jakarta Timur, memanggil 14 orang saksi. Dua orang di antaranya disebut menjadi saksi kunci, yakni Khaidar, penyintas penculikan dan penganiayaan, dan Zulhadi Satria Saputra, ipar anggota Paspampres yang terlibat penculikan Imam Masykur.

Periklanan

Ibunda Imam Masykura, Fauziah, beserta adik dan sepupunya pun dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Serta anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Imam Masykur diculik di toko kosmetiknya di kawasan Ciputat, Tangsel pada Sabtu, 12 Agustus 2023 sekitar pukul 17.00. Menjual kosmetik pada toko atau toko di Jalan Sandratek, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel. Imam itu dibunuh pada hari yang sama ketika dia diculik.

Baca Juga  Piala Asia AFC 2023: Shin Tae-yong tampil apik menghadapi Timnas Jepang sebagai pemain sekaligus pelatih

Dalam kasus ini, tiga anggota TNI dijerat pasal primer dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 par. 1 1 KUHP, ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara dengan batas paling lama 20 tahun. Dasar dakwaan tersebut adalah mereka diduga melakukan pembunuhan berencana bersama.

Selain itu, ketiganya juga dijerat dengan pasal § 338 KUHP juncto § 55 par. 1 1 KUHP. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara atas dugaan pembunuhan bersama.

Dakwaan terakhir terhadap anggota Paspampres dan 2 anggota TNI adalah Pasal 351 par. 3 KUHP juncto Pasal 55 par. mereka diduga bersama-sama melakukan penganiayaan hingga berujung pada kematian.

Pilihan Editor: Hakim menegaskan tindakan anggota Paspampres dan CS terhadap Imam Masykur adalah pembunuhan berencana



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *