Blokir akses lahan milik salah satu warga, pengembang Bintaro: Ini bukan tindakan arogan

TEMPO.CO, Tanggerang Selatan – Pengembang BintaraJaya Real Property membenarkan adanya sengketa hukum terkait pemagaran dua bidang tanah di kawasan perumahan di Jalan Jambu 2, Desa Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tanggerang Selatan. Penggugat adalah Bagus Ichwanto, warga Bintara.

Sebelumnya, Bagus mengeluhkan tanah seluas 1.200 meter persegi yang dibelinya pada tahun 1996 itu dikelilingi pagar beton di salah satu sisinya selama lima tahun terakhir. Bagus mengungkapkan, pagar tersebut tidak dibongkar menyusul putusan Pengadilan Negeri Tangerang tahun lalu yang mengakui pembelian tanah untuk mengakses tanahnya adalah resmi dan memiliki bukti yang sah.

Dalam surat hak jawab yang diterima TEMPO Hari ini, Kamis 23 November 2023, Jaya Real Property mengukuhkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memenangkan Bagus. Namun, lanjutnya, Mahkamah Agung Banten juga telah mengajukan kasasi.

“JRP pada hakikatnya menang dengan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang dan menolak gugatan penggugat (Bagus Ichwanto) untuk seluruhnya,” isi surat penjelasan putusan banding tertanggal 22 Agustus 2023 itu.

Jaya Real Property, lanjut surat itu, sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sekaligus, ia menyatakan menghormati putusan kasasi yang saat ini sedang dalam proses kasasi.

Jaya Real Property yang ditandatangani oleh Manajer Unit Legal Reza Mahastra menambahkan: “Mengamankan infrastruktur JRP bukanlah tindakan arogansi.”

Saat dimintai konfirmasi, Bagus Ichwanto mengaku menyayangkan keputusan banding yang menurutnya bertentangan dengan keputusan pengadilan. Bahkan, kata dia, puluhan persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang melibatkan banyak saksi hingga hakim tiba di lokasi kejadian.

Periklanan

Bagus menuding keputusan yang dikeluarkan di tingkat banding hanya sepihak. “Mereka tidak menelepon saya, saya tahu itu rusak. Tentu penarikan itu diberitahukan oleh pengacara kami,” ujarnya, Kamis malam saat dihubungi.

Baca Juga  Napoli memecat pelatih lagi: Walter Mazzarri dipecat, digantikan oleh Francesco Calzono

Dalam penjelasan sebelumnya, Baguš menjelaskan, pembelian lahan untuk akses tanahnya terjadi pada pertengahan tahun 1996. Ia mengaku mendatangi pihak pengembang dengan permintaan untuk membuka fasilitas sosial dan fasilitas umum yang bisa dijadikan akses jalan. . “Saya membayar sesuai prosedur JRP,” ujarnya.

Namun dia mengatakan setelah memiliki rencana pengembangan di tanahnya, dia mengatakan pengembang dengan arogan menutup akses ke tanahnya. Artinya, rencananya untuk membangun wisma di atas properti tersebut tidak dapat terealisasi

“Saya tidak mengerti, pembangun saya dihentikan di sini oleh pengurus RT, tiba-tiba dua hari sebelum Idul Fitri Bintaro memasang tembok ini,” ujarnya mengacu pada kronologi tahun 2018.

Dia menambahkan: “Ya, saya hanya ingin itu terbuka karena sekarang saya tidak bisa masuk, saya bahkan tidak bisa membersihkannya.”

Pilihan Editor: Putra perwira TNI AU ditemukan tewas terbakar di Pangkalan Udara Halim, kata polisi dia menikam dirinya sendiri



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *