Dekan Hukum Unissule menolak menanggapi seruan pencopotan Profesor Kehormatan Anwar Usman

TEMPO.CO, semarang – Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung semarang, Jawade Hafidz, menolak menanggapi seruan pencabutan gelar profesor kehormatan yang diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman. Desakan ini muncul setelah Majelis Kehormatan MK (MKMK) memutuskan adik ipar Presiden Joko Widodo itu melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku hakim. MKMK menjatuhkan sanksi kepada Anwar Usman berupa pemberhentian dari jabatan ketua MK.

“Saya no comment,” kata Jawade singkat saat ditemui di kantornya, Jumat, 10 November 2023. Tempo sudah datang ke kantornya sejak pukul 09.00. Staf Jawade meminta untuk menunggu karena dia ada acara. Namun, pada pukul 12.00, dia menolak menanggapi permintaan wawancara

Fakultas Hukum Unissula menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan kepada Anwar Usman pada 11 Maret 2022. Saat itu, Anwar Usman datang langsung ke kampus di Jalan Kaligawe Semarang untuk menerima gelar tersebut.

Anwar Usman kembali ke Kampus Unissula pada tanggal 9 September 2023. Beliau menjadi narasumber kuliah umum bagi mahasiswa baru Unissula.

Periklanan

Bahan Anwar Usman disampaikan pada kuliah umum juga menimbulkan kontroversi. Ia menyebut tokoh-tokoh muda saat lembaga yang dipimpinnya mendengarkan gugatan terkait batasan usia calon presiden dan wakil presiden (cawapres).

Pilihan Editor: Aktivis 98 Gugat KPU Indonesia dan Anwar Usman Tuntut Pencalonan Jibran Sebagai Calon Wakil Presiden Dihentikan



Quoted From Many Source

Baca Juga  Dibuka selama 10 bulan, safari terpisah dikunjungi 530 ribu wisatawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *