Dianggap bakal cipratan air di Dulang soal kecurangan pemilu, politisi PDIP Masinton ini ekonomis untuk diajak bicara

TEMPO.CO, Jakarta – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu tak banyak bicara saat ditanya pandangan partainya soal penuangan air ke nampan pasca ditemukannya dokumen Pakta Integritas dan dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Boyolali diminta mendukung Ganjara Pranow di Pilpres 2024. Masinton hanya menjawab bahwa temuan tersebut tidak jelas sumbernya.

“Itu belum jelas, kita tunggu sekarang,” kata Masinton saat ditemui di Kompleks Parlemen, Kamis, 16 Oktober 2023.

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso Ia dikabarkan menjalin pakta integritas dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Barat, Brigjen TNI TSP. Silaban. Pakta Integritas adalah untuk mencari dukungan dan menyumbang suara pada Pilpres 2024 atau Pilpres minimal 60%+1 agar Ganjara Pranow memenangkan Kabupaten Sorong.

Politisi PDIP Bambang Wuryanto tak banyak bicara saat ditanya soal temuan Pakta Integritas. Menurut Bambang, belum bisa dipastikan benar atau tidaknya Pakta Integritas tersebut. “Suratnya resmi atau tidak resmi? “Belum diklarifikasi,” kata Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu, 15 November 2023.

Pengamat politik dan akademisi Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin melihat fenomena ini seperti pepatah menepuk-nepuk air di nampan yang memercik ke wajah. Meski begitu, sikap PDIP yang meneriakkan kecurangan pemilu, kata Ujang, baik untuk mengawasi pemerintah agar tidak terjadi kecurangan.

Periklanan

Jangan lupa PDIP juga punya kekurangan dan permasalahan yang menjadi sasaran lawan untuk membeberkan kesalahan PDIP sendiri, kata Ujang saat dihubungi, Rabu malam, 15 November 2023.

Menurut Ujang, fenomena seperti itu bukan hal yang aneh dalam dunia politik. Semua pihak, kata Ujang, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ujang mengibaratkannya seperti bus kota yang tidak saling mendahului.

Baca Juga  Beginilah cara membedakan flu Singapura dengan flu musiman

“Ketika yang satu menyerang, yang lain mengungkap rasa malu atas penyerangan tersebut,” kata Ujang. “Itulah politik.”

Pilihan Redaksi: Ganjar Singgung Politik Drakor, Berikut Berbagai Reaksi Kubu Prabowo-Gibran



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *