Gaza meminta bantuan internasional dalam pencarian 6.500 warga Palestina yang hilang

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala kantor media Gaza Ismail al-Thawabta meminta komunitas internasional untuk membantu pemerintah setempat menemukan dan menyelamatkan ribuan warga Palestina yang hilang sejak 7 Oktober 2023. Hilang akibat perang Hamas Israel di Jalur Gaza.

“Tim pertahanan sipil masih menemukan puluhan korban tewas di bawah reruntuhan dan jalan dari selatan hingga utara Jalur Gaza,” kata Al-Thawabta seperti dikutip Anadolu.

“Sekitar 6.500 orang hilang, lebih dari 4.700 di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, baik yang tertimbun reruntuhan atau yang nasibnya masih belum diketahui,” katanya.

Dia mengatakan mereka membutuhkan peralatan, mesin dan bahan bakar untuk mencapai para korban di bawah reruntuhan.

Al-Thawabta meminta masyarakat internasional membantu menyediakan alat berat dan tim khusus untuk membersihkan puing-puing. Selain itu, ia meminta bantuan untuk mencari orang atau jenazah yang hilang dari bawah reruntuhan.

Sementara itu, pada masa gencatan senjata Israel-Hamas, teror dan ketakutan menghantui masyarakat Gaza. Di wilayah utara, warga menggambarkan seluruh blok pemukiman di dalam dan sekitar Kota Gaza sebagai rumah datar.

Bau mayat membusuk yang terperangkap di bawah bangunan runtuh memenuhi udara, kata Mohammad Mattar, 29, seorang warga Kota Gaza. Bersama relawan lainnya, ia mencari mayat di bawah reruntuhan atau tertinggal di jalanan.

Periklanan

Di wilayah selatan, gencatan senjata memungkinkan lebih banyak bantuan dikirim dari Mesir, hingga 200 truk setiap hari. Namun, para pejabat mengatakan jumlah bantuan tersebut tidak mencukupi. Lebih dari satu juta pengungsi ditampung di tempat penampungan yang dikelola PBB, dan banyak yang tidur di luar saat cuaca dingin dan hujan.

Di pusat distribusi di Rafah, banyak orang mengantri tepung setiap hari, namun persediaan cepat habis. “Setiap hari kami datang ke sini, kami mengeluarkan uang untuk transportasi menuju ke sini, hanya untuk pulang tanpa membawa apa-apa,” kata seorang wanita yang mengantri, Nawal Abu Namous.

Baca Juga  meningkatkan pendapatan investasi di Medan kreatif

Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak itu, penyakit ini telah menewaskan lebih dari 15.000 orang, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 perempuan, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut. Jumlah resmi korban di Israel mencapai 1.200 orang.

ANATOLIA | AL-JAZEERA

Pilihan Editor: Jepang meminta untuk menghentikan penerbangan V-22 Osprey, berikut spek pesawatnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *