Inilah sebabnya mengapa kucing pilih-pilih

TEMPO.CO, JakartaKucing merekomendasikan makan makanan dengan rasio protein dan lemak yang baik. Menurut penelitian di jurnal tersebut Ilmu Pengetahuan Terbuka Royal Societykucing mengonsumsi makanan dengan sekitar 50 hingga 50 persen protein dan lemak.

Plus, peliharaan dapat menampilkan neofobia. Artinya kucing tidak mau mencoba makanan yang baru atau berbeda dari makanan biasanya, sehingga terkesan sulit untuk mengontrolnya.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kucing memiliki kebutuhan dan kelemahan makanan yang hampir sama. Kucing dikenal sebagai hiperkarnivora. Karena kucing telah berevolusi untuk memakan makanan yang hampir seluruhnya daging, tidak seperti hewan omnivora seperti anjing. Di alam liar, memakan makanan baru bisa menyebabkan kucing menderita makanan neofobia sakit perut atau lebih buruk lagi karena fobia makanan tertentu.

Berdasarkan Ilmu LangsungHewson-Hughes, ilmuwan senior di Waltham Center for Pet Nutrition, dan rekan-rekannya melakukan serangkaian eksperimen untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan makanan kucing.

Berdasarkan eksperimen tersebut, kucing awalnya memilih makanan berdasarkan preferensi rasa. Namun, setelah “belajar” karena paparan sebelumnya terhadap komposisi nutrisi makanan, kucing memilih makanan untuk mencapai target keseimbangan protein dan lemak, apa pun rasanya.

Menurut Martha Cline, spesialis hewan di Rumah Sakit Hewan Red Bank, kucing mungkin tidak mendapatkan cukup protein dalam makanannya, menurut pedoman Dewan Riset Nasional dan Asosiasi Pejabat Pengawasan Pakan Amerika. Kucing yang menjalani diet tinggi protein selama 2 bulan dalam sebuah penelitian mempertahankan massa otot yang sehat. Sementara itu, kucing yang diberi makanan berprotein sedang dan rendah tidak mendapatkan hasil yang baik.

Periklanan

Dikutip dari situs Kamisfaktor penting lainnya dalam pemilihan makanan kucing adalah bahwa preferensi makanan terbentuk ketika mereka masih muda. Apa yang dimakan induk kucing selama hamil dan menyusui, ditambah jenis makanan yang dikonsumsi anak kucing sejak dini, berperan besar dalam menentukan preferensi kucing. Oleh karena itu, ketika anak kucing masih kecil, penting untuk memberikan variasi makanan kucing hanya dalam jumlah kecil selama beberapa hari. Cara ini dilakukan untuk mencegah gangguan pada saluran pencernaan.

Baca Juga  Arsenal Hadapi Kendala Mendaratkan Ivan Toney, 3 Pemain Ini Bisa Jadi Pilihan Kebutuhan Menyerangnya

Selain itu, faktor lain yang membuat kucing pilih-pilih makanan adalah baunya. Makanan kaleng sering kali lebih disukai karena lebih mudah mengeluarkan bau dibandingkan makanan kering. Suhu juga berperan besar, karena makanan dingin tidak mengeluarkan banyak aroma. Jika makanan kaleng disimpan di lemari es, sebaiknya hangatkan hingga sekitar 100 derajat Fahrenheit sebelum disajikan. Bagi kucing, tidak hanya baunya saja yang penting, tapi juga teksturnya, karena mereka lebih menyukai makanan padat dan lembab. Bentuk makanan juga menjadi faktor kesukaan kucing dalam memilih makanannya.

Anatomi kucing juga mempengaruhi kebiasaan makan. Kucing tidak bisa menggiling makanan karena giginya runcing tanpa permukaan oklusal (mengunyah) yang rata. Kucing juga tidak bisa menggerakkan rahangnya secara horizontal sehingga membatasi kemampuannya untuk mengunyah. Kucing rumahan biasanya menelan makanan kering utuh. Atas dasar itu, penting bagi pemilik untuk memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan kucing menjadi picky eater.

Pilihan Editor: Tips memberi makan kucing agar tetap sehat dan berumur panjang



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *