Istilah Bendera Merah, Bendera Hijau, dan Bendera Krem sudah dikenal di kalangan Generasi Z, berikut artinya

TEMPO.CO, Jakarta – Generasi Z atau Generasi Z familiar dengan konsep-konsepnya bendera hijau, bendera merahsampai bendera krem menilai karakteristik hubungan tersebut. Ketiga istilah ini banyak dikenal melalui berbagai konten di media sosial, mulai dari Instagram, X, dan TikTok. Lihat perbedaannya di bawah ini.

Istilah bendera hijau menunjukkan hubungan yang sehat

Bendera hijau ini digunakan untuk menggambarkan keadaan hubungan yang positif dan sehat. Hal ini biasanya diwujudkan melalui kebiasaan dan perilaku pasangan dalam menjalankan hubungannya, salah satunya adalah komunikasi yang baik.

Dalam sebagian besar hubungan, membicarakan masalah secara terbuka dan mendengarkan satu sama lain dengan pasangan adalah hubungan yang sehat. Selain itu, mereka juga menghargai pendapatnya, memberikan kebebasan pada dirinya untuk menjadi diri sendiri dan dicintai apa adanya.

Laporan dari situs Hotline KDRT Nasional, bendera hijau hal ini juga dapat dilihat dalam suatu hubungan ketika pasangan membuat keputusan bersama dan menganut standar yang sama. Misalnya, Anda dan pasangan mempunyai hak yang sama dalam mengambil keputusan penting dalam hubungan Anda. Misalnya saja ketika Anda suka menghabiskan waktu secara terpisah, sendiri, atau bersama orang lain.

Anda dan pasangan akan saling menghargai kebutuhan masing-masing akan ruang dan waktu terpisah. Selain itu, Anda juga saling berkomunikasi tentang apa yang tidak Anda dan pasangan sukai.

Istilah bendera merah menunjukkan hubungan yang beracun

Berbeda dengan tenggat waktu bendera hijau, bendera merah dalam suatu hubungan, itu menandakan bahwa pasangan tersebut sedang berjalan hubungan yang beracun atau hubungan yang tidak sehat.

Menurut People Science, tanda-tanda peringatan pada tahap awal berpacaran bisa jadi tidak kentara atau terlihat jelas. Jika tanda bahaya muncul lebih dari satu kali, penting untuk memperhatikannya sebelum hubungan menjadi terlalu jauh.

Baca Juga  Tantangan pemberantasan demam berdarah, mulai dari mobilitas penduduk hingga perubahan iklim

Hal ini terlihat melalui beberapa perawatan berpasangan seperti gambar di bawah ini.

1. Pasangan Anda tidak pernah bertanya kepada Anda dan hanya berbicara tentang dirinya sendiri.

2. Pasangan Anda menyebutkan namanya dan terus membicarakan berapa banyak uang yang dimilikinya.

3. Pasangan Anda tidak bisa berhenti membicarakan mantannya.

Periklanan

4. Pasangan Anda menggoda semua orang, membuat Anda bingung dengan niatnya.

5. Ia selalu berperan sebagai korban dalam setiap skenario dramatis dalam hidupnya.

6. Percakapan menjadi jalan satu arah yang hanya terfokus pada dirinya.

7. Menghindari komitmen dan sulit dipahami ketika membicarakan masa depan.

8. Selalu merasa emosional dan mengharapkan Anda menyelesaikan semua masalahnya.

9. Dia sering mengkritik penampilan atau tingkah lakumu.

Istilah bendera krem ​​mengacu pada hubungan yang datar dan membosankan

Selain itu bendera merah A bendera hijaudalam hubungan antar generasi Z dikenal juga dengan istilah bendera krem. Bendera krem menjadi posisi antara hubungan yang sehat dan hubungan yang beracun. Biasanya hubungan ini datar dan membosankan karena pasangan kurang pengertian dan komunikasi yang baik.

Setiap pasangan jelas memiliki perilaku berbeda yang masuk dalam kategori bendera krem. Mereka juga berbeda dalam cara mereka mengkategorikan perilaku pasangannya ke dalam tanda bahaya (bendera merah), bendera hijau (bendera hijau), atau bendera krem ​​(bendera krem).

Bendera krem ​​​​adalah perilaku yang sebenarnya netral. Perilaku tersebut dapat dikatakan tidak buruk, namun juga tidak dapat dikategorikan sebagai perilaku yang baik. Bisa juga masuk dalam kategori perilaku aneh yang justru bisa menimbulkan keraguan, meski tidak mengganggu dan ditoleransi oleh pasangan. Ini merupakan hal yang relatif karena didasarkan pada pendapat masing-masing hubungan.

Baca Juga  Game Xbox Game Pass baru mulai Juli 2024

Pilihan Editor: Ketahui istilah FOMO, YOLO, dan FOPO agar tidak salah persepsi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *