Koneksi internet untuk warga di kantor kota

INFORMASI NASIONAL – Muhamad Johan, Kepala Desa Wawobeau, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, tak kuasa menahan tawa saat mengaku kesulitan mencari jaringan internet untuk ponselnya. Ponselnya harus diikatkan pada bambu atau tiang kayu, lalu ditancapkannya di pinggir pantai laut Langara.

“Kalau tidak ada sinyal, kami terus pindahkan colokannya sampai dapat. Sekarang kami tidak perlu lagi ke pantai Langara dan mengikat ponsel karena sudah ada layanan penindakan (akses internet) dari Kementerian. Komunikasi dan Informasi,” kata Johan saat ditemui di kantor Desa Wawobeau. “Jadi kami setengah mati sebelum mau berkomunikasi karena tidak ada sinyal.”

Akses Bakti Internet ini tidak hanya digunakan oleh perwakilan pemerintah kota, tetapi juga oleh masyarakat setempat. “Kalau malam, anak-anak sekolah datang ke sini untuk mengerjakan PR karena butuh akses internet. Jadi yang pakai bukan hanya aparat desa saja, masyarakat di sini juga yang pakai, tapi kebanyakan anak sekolah,” ujarnya.

Itu sebabnya kantor Desa Wawobeau buka 24 jam sehari. “Kami berharap bisa diperluas karena sangat bermanfaat bagi kami masyarakat di sini,” kata Johan.

Di Kantor Kecamatan Lansilowo, Distrik Wawonia Utara, beberapa anak muda duduk was-was untuk mendapatkan akses Internet Bakti Kominfo yang dipasang di halaman kantor kecamatan. “Sangat membantu karena internet gratis untuk saya mencari informasi, membuka media sosial bersama teman-teman yang lain,” kata pria berusia 30 tahun itu.

Warga lainnya, Saputra, 19 tahun, juga memanfaatkan akses internet Bakti Kominfo di kantor Desa Lansilowo untuk mendaftar menjadi anggota TNI Angkatan Darat Kendari. “Kami kehabisan paket data di rumah, jadi kami datang ke sini untuk mendaftar secara online,” ujarnya.

Baca Juga  Dua orang yang ditahan di NTB Indonesia mengangkut tahanan dengan memecahkan jendela

Beberapa sekolah di Konawe Kepulauan juga mendapat akses internet gratis dari Bakti Kominfo. Seperti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Wawonii Utara, Konawe Kepulauan. Kepala SDN 1 Wawonii Utara, Muhamadong mengatakan, berkat akses internet gratis dari Bakti Kominfo, beberapa sekolah dasar meminjam lab komputer milik SDN 1 Wawonii Utara.

“Bermanfaat sekali, kendala terbesarnya kalau mati lampu tidak bisa online,” ujarnya.

Menurutnya, akses internet diperlukan karena saat ini program pendidikan di sekolah adalah pendidikan mandiri. “Jadi perlu akses internet, buku-buku yang belum pengadaannya ada juga yang menggunakan buku online,” ujarnya.

Periklanan

Masyarakat setempat terkadang juga menggunakan akses internet di SMP Negeri 1 Wawonii Utara. “Kalau malam orang-orang senang di sini, jadi sangat membantu,” kata Muhamadong.

Siswa sangat senang dengan koneksi internet gratis ini. “Mudah karena paket datanya bisa digunakan di rumah untuk melakukan keperluan atau pergi ke kantor kota,” kata siswa Kelas 7 Dias Ainun.

Guru ilmu komputer di SMA 1 Wawonii Utara, Yusdiani mengatakan, terkadang anak-anak diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah untuk membuka e-book. “Jadi ada baiknya jika ada layanan yang bisa ditindaklanjuti ini, karena terkadang di lab komputer bergantian dan membawa ponsel untuk buku pelajaran di kelas,” ujarnya.

Sekolah lainnya, SMA Negeri (SMA) Wawonii Utara, Rosidah Asnal, mengatakan, kini tidak perlu lagi mengantar siswanya ke Langara untuk mencari sinyal internet. “Mereka sangat membantu kami, terutama dalam pelaksanaan UNBK (ujian nasional berbasis komputer). Karena biasanya kami ke Langara untuk mencari sinyal dengan mengantar anak-anak menggunakan mobil pikap atau sepeda motor,” kata Rosidah.

Siswa kelas 12 Muhamad Riski Tiroau mengatakan Bakti Aksi mempermudah pencarian tugas. “Sebelum Bakti Aksi ada, kami kesulitan mencari pekerjaan. Makanya kami harus keluar desa menuju Langara untuk mengakses Internet,” ujarnya.

Baca Juga  Tokyo Motor Show 2024: Nissan Ariya Nismo yang terinspirasi Formula E

Guru bahasa Indonesia Martiningsih juga merasa layanan aksi ini membantu. “Mempermudah saya mencari bahan untuk bahan ajar, sehingga bisa langsung dilakukan tanpa harus keluar desa,” ujarnya. Namun ketika listrik padam, akses internet tidak ada. “Kalau listrik padam harus cepat mencari genset karena WiFi mati dan tidak bisa digunakan,” kata perempuan berusia 36 tahun itu.

Guru kerajinan dan bisnis Eci, 32, mengatakan Bakti Aksi memberinya kemudahan dalam membuat aplikasi untuk mengedit fitur bahan ajar dan mencari bahan ajar lainnya berkat akses internet gratis. “Saya juga punya akses internet gratis di halaman belakang rumah saya karena dekat dengan kantor kabupaten, di sana juga ada,” ujarnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *