Lokasi ASN Pemkot Tangsel ini memerlukan biaya rekrutmen

TEMPO.CO, Tanggerang Selatan – Salah satu pegawai pemerintah kota Tanggerang Selatan Hendra Wijaya yang namanya masuk dalam pusaran kasus suap perekrutan pegawai jujur, dicari keberadaannya. Ada beberapa kasus yang muncul hampir bersamaan. Nama Hender masuk dalam kasus suap sebesar Rs 25 crore kepada pelamar pekerjaan kehormatan Dukcapil. Tangsel dan korban lainnya yang mengadu ke Polsek Pondok Aren.

Di ruang kerjanya di Kesbangpol, Hendra tercatat mangkir selama beberapa hari terakhir tanpa penjelasan. Saat polisi Pondok Ranji mendalami laporan penipuan yang dilakukannya, Hendra juga buron. “Kami sedang mencari (Hendra Wijaya),” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Pondok Aren AKP Erwin Subekti.

Sekretaris Dinas Kesbangpol A. Yatna mengatakan, anak buahnya sudah beberapa hari absen. Yatna mengaku sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan. “Nomor teleponnya tidak aktif,” katanya. Itu ditemukan TEMPO pada edisi Hender sebelumnya.

Yatna mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Tangsel untuk memutuskan nasib Hendra Wijay. Namun sejauh ini dia memastikan Hendra masih berstatus ASN Tangsel. “Inspektorat menangani permasalahan yang dimaksud. Bagi kami (Kesbangpol) hanya terkait ketidakhadiran,” ujarnya.

Perkembangan pemeriksaan di inspektorat sebelumnya, Hendra Wijaya seharusnya berjanji mengembalikan uang tersebut untuk memudahkan calon rekrutan yang dimintanya. Permohonan pengembalian juga diajukan karena janji mengenai perekrutan tidak dipenuhi.

Alvin termasuk yang menuntut hal itu kepada Hendra. Warga Tangerang ini menyetor Rp 25 juta dari Rp 40 juta yang diminta Hendra.

Periklanan

Saat dihubungi pada Senin 13 November 2023, Alvin mengaku sudah mengembalikan uangnya. Sejak saat itu, menurutnya, komunikasinya dengan Hendra terhenti. “Tidak ada komunikasi lagi, saat itu sedang sibuk, dia langsung menghubungi saya dan mengembalikan uang saya,” kata pria berusia 26 tahun itu.

Baca Juga  4 catatan menarik kompetisi papan atas Premier League usai pekan ke-25

Menurut Alvin, uangnya dikembalikan di salah satu kedai kopi di Serpong, Tangsel. Alvin pun mengaku kini bisa bernapas lega setelah mendapatkan uangnya kembali. “Sekarang saya hanya ingin bekerja dengan kemampuan terbaik saya,” ujarnya.

Selain Alvin, Hendra Wijaya juga diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah orang lainnya. Korbannya juga banyak, ujarnya Kapolsek Pondok Aren Bambang Askar Sodiq pada akhir bulan Oktober lalu.

Pilihan Editor: Dugaan Penipuan dan Fasilitasi Praktik Uang dalam Rekrutmen Pemkot Tangsel, Mantan Calon Wali Kota Ini Ungkap Adanya Skema Setoran



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *