Malaysia meminta Eropa untuk menerapkan aturan yang adil terhadap deforestasi akibat kelapa sawit

TEMPO.CO, Jakarta Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyerukan Uni Eropa untuk menegakkan larangan Uni Eropa terhadap deforestasi (EUDR) secara adil dan seimbang, khususnya terhadap negara-negara penghasil minyak telapak saya suka itu Malaysia dan Indonesia.

Dikatakan Anwar Ibrahim dalam postingan Facebook pada Rabu, 8 November 2023. Produk pertanian Malaysia, khususnya minyak sawit, akan tunduk pada EUDR yang akan mulai berlaku pada Januari 2025, katanya.

Ia mengatakan Malaysia secara aktif bekerja sama dengan Indonesia melalui kelompok kerja gabungan ad-hoc EUDR untuk melindungi petani kecil dari dampak negatif yang dapat mempengaruhi standar hidup mereka.

Pada pembukaan kongres dan pameran kelapa sawit yang disiarkan secara online, Rabu, Anwar mengatakan produsen pangan Malaysia menjamin minyak sawit yang mereka gunakan aman.

Ia mengatakan kementerian terkait sudah memahami peraturan tersebut dan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) secara aktif berupaya untuk mematuhi peraturan tersebut.

Anwar mengaku senang dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin yang memberikan jaminan negaranya akan bekerja sama dengan Indonesia dan Malaysia.

Periklanan

Anwar berharap negara lain, khususnya Uni Eropa, turut serta memaparkan kasus tersebut.

Pada anggaran MADANI kedua tahun 2024, pemerintah Malaysia telah mengalokasikan RM100 juta (sekitar Rp334,87 miliar) untuk mendukung petani kecil guna meningkatkan pendapatan dari perkebunan kelapa sawit.

EUDR akan melarang tujuh komoditas yang dituduh melakukan deforestasi memasuki pasar Uni Eropa kecuali komoditas tersebut menjalani uji tuntas. Ketujuh komoditas tersebut adalah kelapa sawit, kayu, kopi, kakao, karet, kedelai, dan peternakan.

DI ANTARA

Pilihan Editor Operasi gabungan polisi Italia dan Amerika menangkap 17 anggota Gembong Mafia Gambino



Quoted From Many Source

Baca Juga  Menolak membeli kasur, 37 turis di China mengunci toko sesuai pemandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *