OJK: Suku bunga pinjaman online akan diturunkan secara bertahap mulai tahun depan

TEMPO.CO, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menentukan tingkat bunga maksimum untuk pembiayaan atau pinjaman online dari penyedia industri pinjaman peer-to-peer fintech menurun secara bertahap setiap tahun dari 0,3 persen menjadi 0,067 persen mulai Januari 2024.

“Dalam pengaturan baru ini, kami secara bertahap menyesuaikan manfaat ekonomi dari pembiayaan pinjaman peer-to-peer fintech. “Mulai pembiayaan konsumen, mulai Januari 2024 (bunga pinjaman) 0,3 persen per hari,” Direktur Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan Modal Ventura, Lembaga Pembiayaan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan dalam siaran pers. . konferensi pada acara “Launching Roadmap: Mengembangkan dan Memperkuat Layanan Keuangan Bersama Berbasis Teknologi Digital 2023-2028” di Jakarta, Jumat 10 November 2023.

Pada titik ini dia menjelaskan, suku bunga Pinjaman konsumen pada hari ini sebesar 0,4 persen, namun mulai tahun 2024 akan diturunkan menjadi 0,3 persen, pada tahun 2025 menjadi 0,2 persen, dan pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya menjadi 0,1 persen.

Untuk pembiayaan produktif, lanjut Agusman, bunga pada dua tahun pertama (2024 dan 2025) ditetapkan sebesar 0,1 persen per hari, sedangkan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya sebesar 0,067 persen per hari.

Agusman mengatakan, suku bunga pinjaman untuk pembiayaan produktif diturunkan untuk mendorong kegiatan ekonomi produktif di dalam negeri karena salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama ini adalah pembiayaan yang mahal.

“Jadi kami menyediakan ruang di mana terdapat peluang yang sangat luas di industri ini pinjaman peer-to-peer “Itu membantu masyarakat luas menggerakkan perekonomian,” kata Agusman.

Sementara itu, denda maksimum harian atas keterlambatan pembayaran pinjaman juga ditetapkan. Untuk pembiayaan konsumen akan menjadi 0,3 persen pada tahun 2024, 0,2 persen pada tahun 2025, dan 0,1 persen pada tahun 2026 dan seterusnya.

Baca Juga  Tips membedakan panu dan bercak kusta di kulit

Periklanan

Sedangkan denda keterlambatan pembiayaan produktif sebesar 0,1 persen pada tahun 2024 dan 2025 serta 0,067 persen pada tahun 2026 dan seterusnya.

Jadi mulai Januari 2024 bertahap turun karena perlu penyesuaian. Jadi tidak bisa sekaligus, tiba-tiba langsung turun, nanti bisa mengganggu industri. keberlanjutanujar Agusman.

Agusman menambahkan, rangkaian bunga tersebut dibuat dengan beberapa pertimbangan, antara lain mengikuti Peraturan OJK Nomor 10 Tahun 2022 yang mengamanatkan pengaturan manfaat ekonomi dari pembiayaan industri. pinjaman peer-to-peer fintech.

Selain itu, rangkaian bunga juga mempertimbangkan kondisi pasar yang belum matang dan melindungi konsumen. Menurutnya, jika suku bunga tidak dikelola dengan baik maka konsumenlah yang paling dirugikan.

Pilihan Editor: Daftar 101 Pinjol versi legal terbaru dari OJK dan AFPI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *