OJK Turunkan Suku Bunga Pinjaman, Ekonom: Masih Tinggi, Harus Setara KUR

TEMPO.CO, JakartaEkonom Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono bereaksi terhadap peraturan baru yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK pada tingkat bunga maksimum pinjaman online atau Pinjol yang berangsur-angsur berkurang.

Yusuf mengatakan, suku bunga yang ditetapkan OJK sebenarnya masih tinggi. Suku bunga maksimalnya masih cukup tinggi, terutama bunga maksimal kredit konsumsi yang sebesar 0,3 persen setiap hari atau setara dengan 9 persen bulanan atau 108 persen per tahun, kata Yusuf dalam keterangannya kepada Tempo, Sabtu 11/2023.

Sebelumnya, OJK menetapkan suku bunga maksimum kredit produktif sebesar 0,1 persen mulai 1 Januari 2024. Sedangkan suku bunga maksimum kredit konsumer ditetapkan sebesar 0,3 persen per hari mulai 1 Januari 2024.

Yusuf berharap OJK bisa terus memindahkan batas atas suku bunga ke depan pinjaman fintech. Dalam jangka pendek, menurut dia, bunga pinjaman maksimal yang ditetapkan sekitar 0,05 persen per hari atau 18 persen per tahun, setara dengan suku bunga pinjaman mikro di perbankan.

“Dalam jangka menengah, suku bunga pinjaman maksimal yang ditetapkan sekitar 0,02 persen atau 7 persen per tahun, sesuai dengan suku bunga KUR. Suku bunga KUR yang saat ini berada di angka 7 persen per tahun merupakan kriteria yang ideal. untuk bunga, tingkat bunga yang seharusnya dikenakan pada saat memberikan pinjaman kepada nasabahnya,” kata Yusuf.

Selain itu, menurut Yusuf, tidak boleh ada perbedaan yang signifikan antara suku bunga maksimum pembiayaan produktif dan pembiayaan konsumen. Pasalnya, kemampuan membayar kedua segmen pembiayaan tersebut tidak jauh berbeda.

Faktanya, kemampuan membayar nasabah pembiayaan konsumer lebih rendah dibandingkan nasabah pembiayaan produktif, kata Yusuf.

Periklanan

Hal senada juga diungkapkan Peneliti Center for Economics and Law (Celios) Muhammad Andri Perdana. Dia mengatakan, suku bunga yang ditetapkan OJK masih tinggi.

Baca Juga  Menteri luar negeri Iran dan mantan perdana menteri Irak membahas perang di Gaza

Apalagi jika dibandingkan dengan lembaga keuangan lain, termasuk koperasi, mungkin ada yang bisa memberikan suku bunga lebih rendah,” kata Andri kepada Tempo, Sabtu. 11 November 2023.

Andri mengatakan OJK harus terus melakukan evaluasi pasca kebijakan ini untuk melihat apakah suku bunga ini bisa mengurangi permasalahan kredit. Harapannya tentu saja pada tingkat suku bunga pinjaman fintech harus terus ditekan.

JOHN MAHARSO | GHOIDA RAHMAH

Pilihan Editor: Begini Posisi Anies, Ganjara, dan Prabow Soal Program Hilirisasi Jokowi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *