Pasar Keuangan Global Bergejolak, OJK: Sektor Perbankan Indonesia Terpelihara

TEMPO.CO, Jakarta – direktur eksekutif pengawasan perbankan pada Kantor Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menjelaskan di tengah gejolak pasar keuangan global, sektor perbankan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK yang dilakukan secara triwulanan.

Berdasarkan survei, Dian mengatakan, indeks Orientasi Bisnis Bank (IBP) berada pada angka 62 (zona optimis). Artinya, responden memperkirakan kinerja perbankan masih terjaga baik pada triwulan IV 2023.

“Optimisme terhadap kinerja perbankan didorong oleh ekspektasi bahwa penyaluran kredit masih cukup baik sehingga berdampak pada peningkatan keuntungan dan permodalan bank,” kata Dian dalam konferensi pers virtual, Senin, 4 Desember 2023.

Oleh karena itu, ia mengatakan hingga Oktober 2023, sektor perbankan Indonesia masih kuat dan tangguh. Hal tersebut ditopang oleh tingkat profitabilitas (ROA) dan return on capital (CAR) yang relatif tinggi masing-masing sebesar 2,73 persen dan 27,48 persen.

Kinerja intermediasi perbankan juga tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,99 persen year-on-year (YoY) – September 2023 tercatat 8,96 persen – menjadi Rp 6.902,98 triliun. Dengan pertumbuhan kredit investasi tertinggi di level 10,22 persen year-on-year.

“Dilihat dari kepemilikan banknya, pada Oktober 2023 bank pemerintah akan menjadi kontributor pertumbuhan pinjaman “Yang terbesar 11,76 persen,” kata Dian.

Periklanan

Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Oktober 2023 tercatat sebesar 3,43 persen – September 2023 tercatat 6,54 persen – ​​atau Rp 8.198,80 triliun. DPK memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan yaitu 5,66 persen year-on-year.

Selain itu, likuiditas perbankan pada Oktober 2023 juga berada pada tingkat yang memadai dengan indikator likuiditas jauh di atas batas yang diperlukan untuk pengawasan. Rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing meningkat menjadi 117,29 persen – September 2023 tercatat 115,37 persen – dan 26,36 persen – ​​September Tahun 2023 tercatat sebesar 25,83 persen.

Baca Juga  Selain buah pir, ada 6 jenis buah yang bisa meredakan flu

“Atau lebih tinggi. ambang “50 persen dan 10 persen,” kata Dian.

Sementara itu, kualitasnya kredit menjaga rasio kredit bermasalah bersih perbankan sebesar 0,77 persen – September 2023 tercatat 0,77 persen – dan NPL bruto sebesar 2,42 persen — September 2023 tercatat 2,43 persen.

Pilihan Redaksi: Gubernur BI prediksi kredit perbankan tumbuh 12 persen pada tahun 2024



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *