Polres Bogor mengungkap praktik perusahaan TKI ilegal berdasarkan laporan warga Tegal

TEMPO.CO, bogor – Polres Bogor Kota mengungkap praktik pengiriman TKI atau pekerja migran ilegal oleh perusahaan yang berbasis di Kota Bogor. PT De Khadijah yang berlokasi di Jalan Brigjen Hadiprawira, Cilendek Barat, Bogor Barat, merupakan perusahaan yang menyediakan layanan ketenagakerjaan Indonesia namun hanya menyediakan visa turis.

Terungkapnya praktik ini bermula dari masuknya laporan dugaan tipuan dan penggelapan yang dilakukan Polres Bogor Kota. Pelapornya adalah Aji Myltazim Amin, warga Tegal, Jawa Tengah. Ia mengaku menjadi korban KM, karyawan pemasaran PT De Khadijah berusia 35 tahun.

Aji tidak berangkat ke Jepang untuk bekerja meski dibayar Rp 60 juta. “Korban berencana berangkat ke Jepang, namun ditolak di imigrasi karena penyalahgunaan izin, khususnya penggunaan visa turis,” kata Polres Bogor Kota. Komisaris Utama Bismo Teguh Prakoso, Jumat 10 November 2023.

Berdasarkan laporan tersebut, Polres Bogor Kota melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan bahwa PT De Khadijah tidak memiliki izin untuk mengirim pekerja ke luar negeri. Polisi bahkan mengetahui dari hasil pemeriksaan awal, ada sebanyak 20 orang yang menjadi korban penipuan serupa seperti Aji. “Masing-masing korban membayar hingga Rp60 juta,” ujarnya.

Ke-20 orang tersebut sebagian besar berasal dari kota-kota di luar Bogor seperti Tegal, Cirebon dan Lombok, menurut Komandan Satuan Kriminal Polres Kota Bogor, Kompol Rizko Fadhil. Ia juga mengatakan mereka mengirimkan Rp 40-60 juta, tergantung negara tujuan.

“TKI yang pernah bekerja ke luar negeri hanya dikirim dengan visa turis, bukan pekerja dengan visa,” kata Rizka seraya menambahkan, “Perusahaan tidak sah mengirim TKI, dan kami menilai ini merupakan pelanggaran administratif.”

Periklanan

Kepada penyidik, KM mengaku Aji dan kawan-kawan mendatanginya. Rumornya, pihak perusahaan berhasil mengirimkan kerabat atau tetangganya sebagai TKI.

Baca Juga  Prospek sektor real estate tahun 2024, Green building untuk IKN

KM menyebut dirinya mengirim tiga orang ke Polandia, dua orang ke Jepang, dan satu orang ke Hong Kong, sedangkan sembilan orang yang dikabarkan tidak terbang adalah ke Polandia dan empat orang ke Jepang.

Atas pertanggungjawaban perbuatannya, tersangka diancam dengan pidana penjara selama empat tahun berdasarkan Pasal 378 dan 372 KUHP, kata Rizka.

Pilihan Editor: Inilah Jalan Gang yang Sedang Diperbincangkan Warga Kebon Sirih dan MNC Group serta Pemda DKI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *