Selain Serangan Israel di Jalur Gaza, Ini Daftar 4 Kejahatan Perang dan Pelanggaran HAM dalam 2 Tahun Terakhir

TEMPO.CO, Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan perang banyak terjadi di berbagai belahan dunia. baru-baru saja Israel disorot karena dituduh melakukan kejahatan perang setelah kampanye balas dendamnya Hamas pasca serangan pada 7 Oktober 2023. Serangan Israel selama sebulan terakhir telah memakan banyak korban jiwa warga Palestina dan menyebabkan kehancuran massal.

Dikutip dari Antara, Turki akan melakukan segala cara untuk membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Netanyahu bukan lagi orang yang dapat diajak bicara. Karena alasan ini, Türkiye memutuskan hubungan dengan Israel.

“Saya mengumumkan bahwa kami akan mendukung inisiatif yang melanggar hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel di hadapan Pengadilan Kriminal Internasional,” ujarnya. Erdoğan di depan wartawan setelah kembali dari Kazakhstan, setelah pertemuan puncak Organisasi Negara-negara Turki.

Beberapa negara, termasuk Israel, belakangan ini dituduh melakukan kejahatan perang. Ini daftarnya.

1. Israel kepada rakyat Palestina

Tuduhan ini dilontarkan oleh beberapa pihak. Diantaranya adalah Spanyol. Menteri Hak Sosial Spanyol, Ione Belarra, mengusulkan agar Israel dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang. Belarra membagikan video yang menuduh Uni Eropa dan Amerika Serikat “terlibat dalam kejahatan perang yang dilakukan Israel,” tulis surat kabar Spanyol El Mundo pada Minggu, 15 Oktober 2023. Ia mendesak berbagai pihak untuk membawa Israel ke ICC dan menyatakan penyesalan atas rencana genosida di Jalur Gaza saat ini.

Sepuluh hari setelah konflik dengan Hamas Palestina dimulai pada 7 Oktober, Israel melanjutkan pemboman dan blokade terhadap Jalur Gaza. Lebih dari satu juta orang di Gaza – hampir setengah dari total populasi – telah diusir dari wilayah tersebut. Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan yang serius. Tidak ada listrik di daerah tersebut. Makanan, bahan bakar, dan persediaan medis juga mulai habis.

Baca Juga  Jadilah pahlawan finansial di rumah dengan cara berikut ini

Pada pertengahan Oktober, Israel menyerang Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut serangan rudal ini sebagai “kejahatan perang”. Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab utama atas tindakan ini terletak pada Amerika Serikat. Lebih dari 500 orang tewas dalam serangan udara Israel di rumah sakit.

“Serangan mengerikan terhadap sebuah rumah sakit di Jalur Gaza jelas merupakan kejahatan perang,” kata Medvedev melalui telegram pada Rabu, 18 Oktober 2023.

2. Rusia melawan Ukraina

Februari 2022 lalu, Rusia juga dituduh melakukan kejahatan perang karena menginvasi Ukraina. Tuduhan kejahatan perang muncul sebagai bukti pembantaian warga sipil yang dilakukan militer Rusia di Bucha, Ukraina. Menurut Maria Varaki, seorang profesor hukum internasional di King’s College London, Inggris, bahwa beberapa warga sipil dieksekusi dengan satu peluru di bagian belakang kepala adalah suatu kekejian menurut hukum humaniter internasional.

Tindakan kekerasan seksual dalam situasi perang digolongkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan berdasarkan Pasal 27 Konvensi Jenewa 1949. Tuduhan ini juga ditujukan kepada tentara Rusia. Kantor Kejaksaan Agung Ukraina, misalnya, berjanji akan membuka penyelidikan atas tuduhan tersebut. Namun berdasarkan pengalaman dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam perang Suriah, upaya untuk mengungkap kejahatan seks di Ukraina bukannya tanpa tantangan, kata Varaki.

“Pertanyaannya adalah betapa mudahnya mendokumentasikan bukti suatu kejahatan. Kita berbicara tentang korban yang sangat rentan. Pemahaman saya, militer Rusia berusaha menutupi kejahatan seksual dengan membakar tubuh korban, katanya.

Berdasarkan laporan majalah Tempo yang terbit Sabtu, 14 Mei 2022, Misi Pemantau Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina menyebutkan, 3.541 warga sipil tewas dan 3.785 luka-luka sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari 2022. Misi tersebut juga menemukan belasan kasus kekerasan seksual dan 204 penghilangan paksa. Pada bulan Mei saja, lebih dari 1.000 jenazah warga sipil telah ditemukan di wilayah Kyiv.

Baca Juga  Menjadi grup K-Pop paling legendaris dan bertahan lama, berikut prestasi TVXQ

“Beberapa dari mereka tewas dalam pertempuran itu, yang lainnya tampaknya telah dieksekusi,” kata Michelle Bachelet, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia.

Lebih jauh: Tindakan Tentara Myanmar dan Tentara Eritrea



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *