Sidang pembunuhan Imam Masykur, terdakwa tiga anggota TNI akan diperiksa besok

TEMPO.CO, Jakarta – Pengadilan Militer II-08, Cakung, Jakarta Timur akan menggelar sidang lanjutan atas kasus tersebut pembunuhan Imam Masykur oleh anggota Paspampres dan dua anggota TNI, besok Senin 20 November 2023.

Komandan Jaksa Militer II-07 Jakarta Kolonel Kum Riswandono Hariyadi mengatakan, persidangan meliputi pemeriksaan saksi-saksi, dilanjutkan pemeriksaan terhadap tiga terdakwa.

Benar, besok juga akan diadili tiga terdakwa, katanya saat dihubungi, Minggu, 19 November 2023.

Dia mengaku belum bisa memastikan apakah ketiga terdakwa akan menghadirkan saksi pembela pada sidang besok.Tetapi kalau ada (saksi yang memberi penerangan), itu hak terdakwa, kata Riswandono.

Menurut dia, saksi-saksi lain juga akan diperiksa sebelum memeriksa terdakwa Pengadilan militer. Saksi lainnya Ulwi, Rahmat, Sugiarto, kata Riswandono. Diketahui, Ulwi merupakan korban ketiga pemerasan yang dilakukan terdakwa di hadapan Imam Masykur.

Riswandono mengatakan, saksi Rahmat dan Sugiarto merupakan warga sipil yang menemukan jenazah Imam Masykur setelah terdakwa membuangnya ke sungai.

Insya Allah hadir, selain saksi Ulwi dari Aceh, akan dibacakan keterangan di berita acara pemeriksaan, katanya.

Imam Masykur diculik di toko kosmetiknya di kawasan Ciputat, Tangsel pada Sabtu 12 Agustus 2023 sekitar pukul 17.00 WIB. Menjual kosmetik pada toko atau toko di Jalan Sandratek, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel.

Periklanan

Imam itu dibunuh pada hari yang sama ketika dia diculik. Pelaku dalam kasus ini adalah anggota Paspampres, Praka Riswandi Manik; anggota Direktorat Topografi TNI AD, Praka Heri Sandi; dan anggota Kodam Iskandar Muda Praka Jasmowir. Di Polda Metro Jaya juga ada tersangka warga sipil, Zulhadi Satria Saputra, ipar Praka Riswandi Manika, yang terlibat.

Kasus tiga anggota TNI disidangkan di pengadilan. Dakwaan utama bagi mereka adalah § 340 KUHP juncto § 55 par. 1 1 KUHP yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara dengan batas atas 20 tahun. Dasar dakwaan tersebut adalah mereka diduga melakukan pembunuhan bersama-sama.

Baca Juga  Pada puncak arus balik, polisi mencatat ada 58.000 kendaraan masuk ke Jakarta

Selain itu, ketiganya juga dijerat dengan pasal § 338 KUHP juncto § 55 par. 1 1 KUHP. Mereka menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara atas dugaan kejahatan bersama pembunuhan.

Tuduhan terakhir adalah § 351 par. 3 KUHP juncto § 55 par. 1 paragraf kematian.

Pilihan Editor: Proyek 10 Jalan Tembus Jakarta Kendala Pembebasan Lahan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *