Tokyo, Jakarta membahas komitmen menghadapi perubahan iklim

TEMPO.CO, JakartaPenjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike untuk membahas sinergi dalam mengatasi perubahan iklim, khususnya dalam kerja sama sister city antara Jakarta dan Tokyo sejak tahun 1989.

“Jakarta semakin meningkatkan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan perkotaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan juga membangun pemerintahan yang semakin transparan. Oleh karena itu, Jakarta terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai kota global di dunia, termasuk Tokyo,” kata Hartono. di Jakarta pada Selasa, 5 Desember 2023.

Hartono dan Koike membahas pengalaman dan kebijakan untuk mengatasi tantangan perkotaan dan perubahan iklim dalam upaya bersama menciptakan solusi inovatif. Program kerja sama kedua kota lainnya pada tahun 2024 juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Hartono menyampaikan bahwa Jakarta telah ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi Manajemen Krisis 2024.

Konferensi ini merupakan forum berbagi pengalaman mengenai kebijakan dan prosedur mitigasi bencana yang digagas Tokyo, ujarnya.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah konferensi ini tahun depan. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa acara internasional ini memberikan dampak positif bagi kota-kota dalam penanggulangan bencana,” komentar Hartono.

Jakarta dan Tokyo telah menjalin kerja sama sister city sejak tahun 1989 dalam rangka kunjungan pejabat, delegasi olah raga dan pemuda, kunjungan tenaga teknis dan kunjungan delegasi pendidikan vokasi.

Dalam perkembangannya, kerja sama kedua kota semakin berkembang mencakup bidang kebudayaan, pemuda dan olah raga, kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan pengendalian bencana.

Hartono dan Walikota Melbourne Sally Capp juga membahas pengelolaan banjir dan perubahan iklim dalam pertemuan bilateral sebelumnya untuk menjajaki rencana kerja sama.

“Kami menemukan Melbourne dan Jakarta memiliki permasalahan serupa, seperti banjir, kenaikan permukaan air laut, dan perubahan iklim,” ujarnya, Senin (4/12).

Baca Juga  Republik memberhentikan 60 karyawan secara massal, setengahnya adalah jurnalis

Hartono mengatakan kedua belah pihak menyoroti berbagai upaya yang telah mereka lakukan untuk mengatasi tantangan seperti pembangunan perkotaan berkelanjutan, langkah-langkah mitigasi perubahan iklim, pertukaran magang bagi pekerja layanan publik dan menjajaki hubungan kota kembar.

DI ANTARA

Pilihan Editor: KBRI Tokyo membantu meresmikan komite pemantau pemilu di luar negeri

klik disini dan dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *